Friday, October 26, 2012

Pencitraan Jokowi Tidak Salah

Pertengahan Oktober lalu, Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan komentar yang "lumayan" miring kepada Gubernur baru DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Ruhut menganggap aktivitas Jokowi yang hampir setiap hari berkeliling ke seluruh wilayah Jakarta, hanya demi pencitraan.


Lalu apa salah pencitraan (kalo memang iya) yang dilakukan Jokowi. Mengapa itu tidak dianggap hal yang biasa saja?

Citra itu hanya menyangkut soal persepsi. Bagaimana si tokoh dipersepsikan positif atau negatif oleh publik. bisa saja si tokoh “mengolah”, “merekayasa” sosok atau penampilannya untuk memenuhi harapan publik itu, untuk mendapatkan citra yang positif.

Lagipula, Karena itu, apa yang salah bila para tokoh itu berusaha tampil memikat publiknya dengan berusaha menampilkan sosok yang positif? nanti pun, hakimnya adalah publik juga.

Selain hanya soal persepsi, sejatinya citra harus diisi dengan track record dan sejarah hidup. Pemimpin yang baik, dicitrakan positif, harus mampu membuktikan citra positifnya itu dengan kenyataan sukses mengelola pemerintahannya di mata publik. (Kalo pernah denger track recordnya Jokowi saat memimpin Solo)

So, jangan salahkan pencitraan. karena sehebat-hebatnya manipulasi karena pencitraan, taBukankah langkah Jokowi merupakan sebuah proses yang alamiah? Karena memang tidak ada yang salah untuk mengejar popularitas, sang tokoh tersebut berusaha tampil memikat di publik, dan dari sanalah publik menyukainya.

Toh dari langkah tersebut jika publik sudah mencintainya, tugas Jokowi yang tengah menumpuk di meja Gubernur akan lebih ringan dengan hadirnya dukungan dari publik sendiri. (sa)

No comments:

Post a Comment