Monday, April 25, 2011

BELAJAR KOMUNIKASI 2 : SIGNIFIKANSI, KONSEPSI DAN SEJARAH

KOMUNIKASI, SIGNIFIKANSI, KONSEPSI DAN SEJARAH
Kegiatan Belajar 1
Komunikasi dan kehidupan Manusia
Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir dan selama proses kehidupannya, manusia akan selalu terlibat dalam tindakan-tindakan komunikasi. tindakan komunikasi dapat terjadi dalam berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kegiatan yang bersifat individual, di antara dua orang atau lebih, kelompok, keluarga, organisasi dalam konteks publik secara lokal, nasional, regional dan global atau melalui media massa. Tindakan komunikasi dapat dilakukan scara verbal, non-verbal, langsung dan tidak langsung.
Kegiatan Belajar 2
Definisi dan Karakteristik Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang dan/atau di antara dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu. Pengertian komunikasi mempunyai enam (6) karakteristik pokok sebagai berikut. Pertama, komunikasi adalah suatu proses. Kedua, komunikasi adalah upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Ketiga, komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat. Keempat, komunikasi bersifat simbolis. Kelima, komunikasi bersifat transaksional. Keenam, komunikasi me-nembus faktor waktu dan ruang.
Pengertian komunikasi berbeda dengan pengertian publisistik, karena komunikasi mencakup berbagai konteks peristiwa yang lebih luas dibandingkan dengan publisistik. Publisistik adalah salah satu bidang kajian komunikasi.
Kegiatan Belajar 3
Sejarah Komunikasi Manusia
Sejarah pekembangan komunikasi manusia dapat ditelusuri sejak sekitar 4000 tahun sebelum Masehi. Sejak zaman itu hingga sekarang, sejarah perkembangan komunikasi manusia dapat dibagi dalam empat (4) era perubahan: era komunikasi tulisan, era komunikasi cetakan, era komunikasi telekomunikasi dan era komunikasi interaktif.
Era komunikasi tulisan terjadi sejak Bangsa Sumeria mulai mengenal kemampuan menulis dalam lembaran tanah liat sekitar 4000 tahun sebelum Masehi. Era komunikasi cetakan diawali dengan ditemukannya mesin cetak hand-pres oleh Gutenberg pada tahun 1456. Era telekomunikasi dimulai sejak penemuan alat telegrap oleh Samuel Morse pada tahun 1844. Era komunikasi interaktif, mulai terjadi pada tahun 1946, dengan ditemukannya Mainframe computer ENIAC dengan 18.000 vacuum tubes oleh para ahli dari universitas Pennsylvania, Amerika Serikat.
Kegiatan Belajar 4
Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi
Sejarah perkembangan ilmu komunikasi dapat ditelusuri sejak zaman Yunani kuno, beberapa ratus tahun sebelum Masehi. Sejak itu perkembangan ilmu komunikasi dapat dibagi dalam empat (4) periode tradisi retorika. Kedua, periode pertumbuhan yang terjadi dari tahun 1900 hingga Perang Dunia II. Ketiga, periode konsolidasi yakni sejak usainya Perang Dunia II hingga tahun 1960-an. Keempat, adalah periode teknoloi komunikasi yang terjadi sejak tahun 1960-an hingga sekarang.
Di Indonesia, pendidikan ilmu komunikasi baru dimulai pada tahun 1949. Hingga tahun 1970-an bidang kajian komunikasi yang dipelajari umumnya dititikberatkan pada bidang jurnalistik dan penerangan. Pada masa sekarang ini, jumlah perguruan tingi yang semakin luas, tidak hanya terbatas pada bidang jurnalistik dan penerangan.


PROSES KOMUNIKASI
Kegiatan Belajar 1
Prinsip Dasar Proses Komunikasi
Proses komunikasi melibatkan tujuh elemen. Ketujuh elemen tersebut adalah: sumber, pesan, saluran, penerima, akibat/hasil, umpan balik, dan gangguan. Dalam setiap proses komunikasi, sumber dan penerima pesan komunikasi, masing-msing melakukan tiga (3) kegiatan atau tindakan: encoding (membentuk kode-kode pesan), decoding (memecahkan kode-kode pesan), dan interpreting (mengin-terpretasikan arti pesan).
Proses komunikasi akan berjalan baik, apabila antara sumber dan penerima pesan terdapat pertauan minat dan kepentingan (overlaping of interst). Pertautan minat dan kepentingan ini akan terjadi apabila terdapat persamaan (dalam tingkatan yang relatif) dalam hal kerangka referensi antara sumber dan penerima pesan. Proses komunikasi antara sumber dan penerima ini, dalam praktiknya seringkali tidak dapat berjalan baik karena adanya gangguan, baik gangguan yang bersifat fisik ataupun gangguan yang bersifat psikologis. Berdasarkan tingkat partisipasi dari sumber dan penerima pesan, proses komunikasi dapat dibagi dalam dua jenis atau bentuk komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah.
Kegiatan Belajar 2
Tingkatan Proses Komunikasi
Komunikasi dapat terjadi dalam enam (6) tingkatan: komunikasi intra-pribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi dalam kelompok, komunikasi antarkelompok, komunikasi organisasi, dan komunikasi dengan masyarakat luas. Komunikasi intrapribadi adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang. Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lain. Komunikasi dalam kelompok adalah kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara anggota suatu kelompok. Komunikasi antarkelompok adalah kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Komunikasi organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan antar organisasi. Komunikasi dengan masyarakat luas adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang/sekelompok orang/suatu organisasi dengan masyarakat secara luas. Komunikasi dengan masyarakat luas dapat dilakukan dengan dua (2) cara yaitu: melalui media massa dan langsung tanpa melalui media massa.
Kegiatan Belajar 3
Tujuan dan Akibat komunikasi
Tujuan komunikasi dapat dilihat dari dua perspektif kepentingan yaitu: kepentingan sumber dan kepentingan penerima. Hasil dan akibat komunikasi pada dasarnya menyangkut tiga (3) aspek: aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif. Komunikasi juga mempunyai empat (4) fungsi sosial. Keempat fungsi sosial tersebut adalah: pengawas lingkungan, korelasi di antara bagian-bagian dalam masyarakat untuk mencapai konsensus, transmisi nilai-nilai/warisan sosial dari satu generasi ke generasi selanjutnya atau dari satu kelompok ke kelompok lainnya (fungsi ini disebut fungsi sosialisasi), serta fungsi hiburan.
Terdapat banyak model yang menjelaskan proses tahapan hasil atau akibat komunikasi yang terjadi di kalangan penerima. Tiga (3) di antaranya adalah model AIDA, model Hierarki, modul Efek dan model Adopsi Inovasi. Ketiga model ini menjelaskan urutan tahapan hasil/akibat komunikasi dari mulai tahap kognitif, ke tahap afektif sampai ke tahap kognitif. Dalam praktiknya ketiga tahap hasil/akibat komunikasi tersebut dapat terjadi secara terbalik atau tidak beraturan.


MODEL-MODEL KOMUNIKASI
Kegiatan Belajar 1
Pengertian dan Fungsi Model
Model adalah representasi simbolik dari suatu benda, proses, sistem, atau gagasan. Model dapat berbentuk gambar-gambar grafis, verbal, atau matematikal. Perbedaan pokok antara teori dan model adalah: teori merupakan penjelasan, sementara model hanya merupakan representasi, Fungsi model ada empat (4): mengorganisasikan, membantu menjelaskan, heuristik dan memprediksi.
Secara umum, model-model komunikasi dapat dibagi dalam lima kelompok. Kelompok pertama, disebut sebagai model-model dasar. Kelompok kedua menyangkut pengaruh personal, penyebaran dan dampak komunikasi masa terhadap perorangan. Kelompok ketiga meliputi model-model tentang efek komunikasi massa terhadap kebudayaan dan masyarakat. Kelompok keempat berisikan model-model yang memusatkan perhatian pada khalayak. Kelompok kelima mencakup model-model komunikasi tentang sistem, produksi, seleksi dan alur media massa.
Kegiatan Belajar 2
Model Dasar Komunikasi
Model-model dasar komunikasi yang dibahas dalam materi Kegiatan Belajar 2 ini, masing-masing memberikan gambaran mengenai jalannya proses komunikasi. Barnlund, melalui modelnya menjelaskan tentang pentingnya isyarat-isyarat pribadi dan isyarat-isyarat publik dalam proses komunikasi intrapribadi dan komunikasi antarpribadi. Model komunikasi dari Lasswell menyangkut lima pertanyaan sederhana yaitu: siapa, mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa dan dengan akibat apa. Model komunikasi yang dibuat Gerbner hampir sama bentuknya dengan model Lasswell. Tapi prosesnya lebih kompleks karena melibatkan sebelas (11) elemen komunikasi.
Model komunikasi dari Riley dan Riley lebih bersifat sosiologis. Menurut mereka, aksi dan reaksi para pelaku komunikasi tidak hanya ditentukan oleh dirinya sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar dirinya (faktor lingkungan). Faktor-faktor tersebut terutama yang berkaitan dengan pengaruh kelompok primer dan kelompok-kelompok lainnya yang menjadi rujukan. Sementara itu, menurut Newcomb, komunikasi antara dua orang mempunyai dua bentuk: seimbang dan tidak seimbang. Situasi seimbang terjadi apabila kedua orang tersebut mempunyai sikap atau selera yang sama terhadap objek yang dikomunikasikan. Situasi tidak seimbang terjadi apabila terdapat perbedaan sikap di antara kedua orang tersebut.
Model komunikasi yang dikemukakan oleh Shannon & Weaver hampir sama dengan model komunikasi yang dibuat oleh DeFleur. Kedua model tersebut menggambarkan jalannya proses komunikasi yang melibatkan komponen-komponen: sumber, pesan, saluran, penerima, tujuan, umpan-balik dan gangguan.
Kegiatan Belajar 3
Model-Model Pengaruh Komunikasi
Empat model komunikasi yang dibahas dalam bagian ini memberikan gambaran tentang pengaruh penyebaran pesan melalui media massa terhadap khalayak. Menurut model S-R, dampak atau pengaruh yang terjadi pada pihak penerima, pada dasarnya merupakan suatu reaksi tertentu dari stimulus tertentu yang diterimanya. Dengan demikian, besar kecilnya pengaruh serta dalam bentuk apa pengaruh tersebut terjadi tergantung pada isi dan penyajian stimulus.
Model komunikasi dari Comstock secara khusus menggambarkan pengaruh TV terhadap tingkah laku penontonnya. Diasumsikan bahwa, TV dapat disejajarkan dengan pengalaman, tindakan atau observasi perorangan yang dapat menimbulkan konsekuensi terhadap pemahaman ataupun tingkah laku seseorang.
Model komunikasi dua tahap yang dikemukakan Katz dan Lazarsfeld, memberikan gambaran tentang proses pengaruh media massa terhadap khalayak tidak terjadi secara langsung, tetapi melalui perantara yakni para pemuka pendapat (opinion leaders). Dengan demikian prosesnya mencakup dua tahap. Tahap pertama, dari media massa ke pemuka pendapat. Tahap kedua, dari pemuka pendapat ke orang-orang sekitarnya yang menjadi para pengikutnya.
Model spiral keheningan yang dikemukakan Noelle-Neumann, juga menggambarkan tentang pengaruh media massa. Diasumsikan bahwa semakin dominan pendapat mayoritas dikemukakan dalam media massa, semakin menghilang atau hening suara-suara pendapat yang menentang.


INFORMASI, PESAN, DAN MAKNA
Kegiatan Belajar 1
Konsep dan Teori Informasi
Pandangan mengenai informasi terbagi atas tiga kelompok: 1) pandangan yang melihat informasi sebagai data atau fakta yang dapat diperoleh selama tindakan komunikasi berlangsung, 2) pandangan yang melihat informasi sebagai makna data, dan 3) informasi menurut teori informasi, yang melihat sebagai sesuatu yang dapat mengurangi ketidakpastian.
Menurut teori informasi ketidakpastian (entropy) disebabkan oleh adanya fakta gangguan (noise). Makin banyak noise makin tinggi entropy, dan makin banyak alternatif pilihan untuk mengurangi ketidakpastian. Karena mengandung ketidakpastian itulah maka informasi bersifat memilih. Dalam memilih informasi seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengalaman masa lalu, motif, nilai, kebutuhan, dan tujuan. Tapi noise sendiri dapat diatasi antara lain oleh entropy.
Kegiatan Belajar 2
Pesan dan Makna: Antara Wadah dan Isi
Pesan adalah sesuatu yang dikirimkan dan atau diterima sewaktu tindak komunikasi berlangsung. Pesan dapat dikirimkan baik melalui bahasa verbal maupun non verbal. Pesan itu kemudian ditafsirkan oleh penerimanya dan menghasilkan makna. Makna pesan inilah yang dapat dikatakan informasi. Makna pesan dapat berbeda dari satu orang ke orang lain disebabkan karena beberapa faktor, misalnya perbedaan latar belakang budaya dan tingkat pengenalan pada pesan tersebut.
Pengertian makna memang rumit. Persoalan makna bukan khas komunikasi. Tapi dari segi komunikasi ada tiga jenis makna, yaiu makna referensi, makna yang menunjukkan arti istilah selama merujuk pada konsep lain, dan makna intensional. Disiplin komunikasi juga mengembangkan teori segi tiga makna. Menurut teori ini, makna itu muncul tatkala sebuah simbol yang mengacu pada objek tertentu mengenai pikiran seseorang. Lebih dari itu pemakaian simbol tertentu berarti mempunyai tujuan tertentu pula.
Kegiatan Belajar 3
Masalah Bahasa dan Komunikasi
Bahasa merupakan unsur penting dalam komunikasi. Fungsi bahasa dalam komunikasi adalah untuk mengirim pesan. Ada dua jenis bahasa, yaitu bahasa verbal dan bahasa nonverbal. Jika pesan dikirim dengan bahasa verbal sering disebut pesan verbal; sedangkan jika pesan disampaikan dengan bahasa nonverbal disebut pula pesan nonverbal.
Bahasa verbal itu memiliki keterbatasan, yang disebabkan oleh karakteristiknya sendiri. Bahasa itu statis, realitas dinamis. Bahasa terbatas, realitas relatif tak terbatas.
Bahasa abstrak, realitas merupakan sesuatu yang nyata. Di samping itu, keterbatasan bahasa disebabkan juga oleh pema-kaiannya. Dalam memakai bahasa, seseorang cenderung melakukan abstraksi yang kaku, identifikasi yang tidak layak, penilaian dengan hanya memakai dua nilai, dan mengacaukan dengan dua rujukan.


KOMUNIKASI ANTAR-PRIBADI
Kegiatan Belajar 1
Definisi Komunikasi Antar-Pribadi
Ada tiga perspektif yang dapat digunakan untuk menjelaskan definisi komunikasi antarpribadi, yaitu:
  1. Perspektif komponensial, yaitu definisi komunikasi antarpribadi yang dilihat dari komponen-komponennya. Komunikasi antarpribadi dalam definisi ini diartikan sebagai proses mengirim dan menerima pesan-pesan di antara dua orang atau di antara sekelompok kecil orang, dengan berbagai umpan balik dan efek.
  2. Pespektif pengembangan, yaitu definisi komunikasi antarpribadi yang dilihat dari proses pengembangannya. Komunikasi dalam definisi ini dianggap sebagai proses yang berkembang, yakni dari hubungan yang bersifat impersonal meningkat menjadi hubungan interpersonal. Suatu proses komunikasi dikatakan besifat interpersonal bila berdasarkan pada a) data psikologis, b) pengetahuan yang dimiliki dan c) aturan-aturan yang ditentukan sendiri oleh para pelaku komunikasi.
  3. Perspektif relasional, yaitu definisi komunikasi antarpribadi yang dilihat dari hubungan di antara dua orang.
Kegiatan Belajar 2
Tujuan Komunikasi Antar-Pribadi
Komunikasi antarpribadi bertujuan untuk:
  1. mengenal diri sendiri dan orang lain,
  2. mengetahui dunia luar,
  3. menciptakan dan memelihara hubungan yang bermakna,
  4. mengubah sikap dan perilaku orang lain,
  5. bermain dan mencari hiburan, dan
  6. membantu orang lain.
Tujuan-tujuan tersebut dapat dikategorikan dalam 2 perspektif:
  1. tujuan yang dilihat sebagai motivasi atau alasan mengapa seseorang terlibat dalam komunikasi antarpribadi, dan
  2. tujuan-tujuan yang dilihat sebagai hasil atau dari komunikasi antarpribadi.
Kegiatan Belajar 3
Komunikasi Antar-Pribadi sebagai Proses Transaksional
Komunikasi bersifat transaksional karena menuntut adanya tindakan saling memberi dan menerima di antara orang yang terlibat komunikasi. Bila komunikasi adalah transaksional, artinya:
  1. komunikasi merupakan proses yang dinamis
  2. unsur-unsumya saling berkaitan dan tergantung satu sama lain
  3. para partisipan yang terlibat dalam komunikasi antarpribadi bertindak dan sekaligus memberi reaksi.
Sebagai suatu proses, komunikasi antarpribadi memiliki beberapa prinsip umum, yaitu:
  1. komunikasi tidak terelakkan
  2. komunikasi tidak dapat diubah
  3. komunikasi mempunyai dimensi isi dan hubungan
  4. komunikasi merupakan proses penyesuaian diri
  5. komunikasi dapat dilihat sebagai hubungan simetris atau hubungan komplementer
Kegiatan Belajar 4
Efektivitas Komunikasi Antar-Pribadi
Efektivitas komunikasi antarpribadi dapat dilihat dari 2 perspektif:
  1. Perspektif Humanistik, yang menuntut adanya:
  1. Keterbukaan. Artinya kita harus mau membuka diri pada orang lain, memberikan reaksi-reaksi pada orang lain dengan spontan dan tanpa dalih perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran yang dimiliki kita.
  2. Empati. Kemampuan seseorang untuk menempatkan dirinya pada peranan atau posisi orang lain.
  3. Perilaku suportif. Ditandai dengan sifat deskripsi, spontanitas dan provisionalisme yang mendorong perilaku suportif.
  4. Perilaku positif. Adalah ekspresi sikap-sikap positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi;
  5. Kesamaan. Kesamaan di sini meliputi 2 hal: 1) kesamaan dalam bidang pengalaman seperti: nilai, sikap, perilaku, pengalaman, dan sebagainya, 2) kesamaan dalam hal mengirim dan menerima pesan.
  1. Perspektif Pragmatis, yang menuntut adanya:
  1. Sikap yakin. Tidak mempunyai perasaan malu dan gelisah dalam menghadapi orang lain, tetapi mempunyai rasa percaya diri yang besar dan bersikap luwes dalam berbagai situasi komunikasi.
  2. Kebersamaan. Sifat ini ditandai dengan adanya hubungan dan rasa kebersamaan dengan mempertimbangkan perasaan dan kepentingan orang lain.
  3. Manajemen Interaksi. Mengontrol dan menjaga interaksi dengan maksud untuk memuaskan kedua belah pihak, yang ditunjukkan dengan mengatur isi, kelancaran dan arah pembicaraan secara konsisten.
  4. Perilaku ekspresif. Keterlibatan sunguh-sungguh dalam interaksi dengan orang lain,yang diekspresikan secara verbal dan non-verbal.
  5. Orientasi pada orang lain. Kemampuan seseorang untuk beradaptasi pada orang lain selama interaksi, dengan menunjukkan perhatian, kepentingan dan pendapat orang lain.


KOMUNIKASI NON-VERBAL
Kegiatan Belajar 1
Definisi dan Batasan Umum Komunikasi Non-Verbal
Komunikasi non-verbal adalah pesan-pesan yang diekspresikan dengan sengaja atau tidak sengaja melalui gerakan-gerakan, tindakan, perilaku atau suara-suara atau vokal yang berbeda dari penggunaan kata-kata dalam bahasa atau komunikasi verbal. Komunikasi non-verbal adalah sangat penting di dalam proses komunikasi manusia. Komunikasi non-verbal akan membantu terbentuknya makna pesan komunikasi secara efektif. Komunikasi non-verbal lebih penting dalam proses komunikasi tatap muka dan hubungan antarpribadi.
Kegiatan Belajar 2
Perbedaan Komunikasi Verbal dan Non-Verbal
Komunikasi verbal dan non-verbal dapat dibedakan ke dalam empat cara, yaitu dilihat dari:
  1. maksud dan tujuan pesan;
  2. perbedaan simbolik pesan;
  3. mekanisme proses pesan di dalam otak; dan
  4. komunikasi non-verbal sebagai suatu bentuk perilaku.
Kegiatan Belajar 3
Jenis Komunikasi Non-Verbal dan Fungsinya
Jenis-jenis komunikasi non-verbal sangat banyak, tetapi secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam 5 jenis, yaitu: komunikasi ruang; diam, paralanguage, dan komunikasi temporal atau waktu.
Komunikasi non-verbal mempunyai fungsi melengkapi komunikasi verbal dan enam fungsi: repetisi (pengulangan), kontradiksi (berlawanan), substitusi (pengganti), komplemen (pelengkap), regulasi (pengatur), dan aksentuasi (penekanan).


KOMUNIKASI MASSA
Kegiatan Belajar 1
Pengertian dan Karakteristik Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa. Media massa dapat dikelompokkan ke dalam; media massa cetak dan media massa elektronika. Media massa cetak meliputi koran, majalah, dan buletin. Media massa elektronika mencakup radio, televisi, dan film. Ada tujuh ciri khas atau karakteristik dari komunikasi massa, yakni : (1) komunikasi melalui media massa ditujukan kepada khalayak luas; (2) bentuk komunikasi melalui media massa bersifat umum bukan pribadi; (3) pola penyampaian pesan secara cepat; (4) penyampaian pesan melalui media massa berjalan satu arah; (5) kegiatan komunikasi massa dilakukan terencana, terjadwal, dan terorganisasi; (6) penyampaian melalui media massa dilakukan secara berkala; dan (7) isi pesan media massa mencakup berbagai bidang kehidupan manusia.
Kegiatan Belajar 2
Proses dan Karakteristik Isi Pesan Komunikasi Massa
Kegiatan melalui media massa dilakukan secara terencana, terjadwal dan terorganisasi. Redaksi yang bertindak sebagai "gatekeeper" menjalankan fungsi decoding, interpreting, dan encoding yakni membaca, menyeleksi dan memutuskan hal-hal yang akan dimuat atau disiarkan media tersebut. Setelah melewati gatekeeper ini, pesan-pesan tersebut disebarkan atau disiarkan pada khalayak. Demikian pula halnya dengan khlayak. Mereka juga akan menyeleksi dan menginterpretasikan pesan-pesan media. Karena proses komunikasi massa ini berlangsung satu arah, umpan balik (feedback) bersifat dugaan atau tertunda. Misalkan, bila seseorang tidak tertarik dengan suatu acara, ia akan berhenti melihat secara tersebut. Secara umum, khalayak akan tertarik pada pesan-pesan media apabila isinya mengandung unsur-unsur sebagai berikut : (1) "novelty" (sesuatu yang baru), (2) kedekatan jarak (fisik dan psikologis), (3) popularitas (mencakup tokoh, organisasi atau kelompok; tempat dan tanggal yang penting dan terkenal); (4) konflik atau pertentangan baik dalam bentuk kekerasan maupun menyangkut perbedaan nilai dan pendapat, (5) humor, (6) seks dan keindahan, (7) emosi dan simpati, (8) nostalgia, dan (9) Human interest.
Kegiatan Belajar 3
Fungsi Komunikasi Massa
Secara garis besar fungsi komunikasi massa ada dua fungsi terhadap masyarakat dan fungsi terhadap individu. Menurut Lasswell dan Wright ada empat fungsi sosial, yaitu: (1) pengawasan lingkungan; (2) korelasi antarbagian dalam masyarakat terhadap lingkungannya; (3) sosialisasi; dan (4) hiburan, kemudian menurut Lazarsfeld dan Merton fungsi sosial komunikasi massa adalah: (1) memberikan status; dan (2) memperkokoh norma-norma sosial. Meskipun komunikasi melalui media massa itu fungsional, tetapi dapat berubah menjadi disfungsional. Sedangkan, fungsi terhadap individu ada tujuh: (1) pengawasan atas pencarian informasi; (2) mengembangkan konsep diri; (3) fasilitas dalam hubungan sosial; (4) substitusi dalam hubungan sosial; (5) membantu melegakan emosi; (6) pelarian dari ketegangan dan keterasingan; dan (7) sebagai bagian dari kehidupan rutin atau ritualisasi.
Kegiatan Belajar 4
Dampak Komunikasi Massa
Dampak media massa dapat dilihat dari 2 aspek, yakni dampak yang berkaitan dengan kehadiran media massa secara fisik dan dampak yang berkaitan dengan pesan-pesan yang disebarkan media massa.
Kehadiran media massa sebagai objek fisik mempengaruhi: 1) bidang ekonomi; 2) struktur dan interaksi sosial; 3) jadwal kegiatan sehari-hari; 4) sebagai penyaluran perasaan tertentu, seperti kecewa, marah, bosan dan sebagainya.
Sedangkan pesan-pesan yang disebabkan media massa berpengaruh pada aspek kogaitif, afektif dan konatif. Dampak dari pesan-pesan media massa akan semakin kuat bila ditunjang beberapa kondisi sebagai berikut: 1) exposure (jangkauan pengenaan); 2) kredibilitas informasi; 3) konsonansi; 4) signifikan dengan kepentingan dan kebutuhan khalayak; 5) menyentuh hal-hal yang bersifat "sensitif"; 6) dalam situasi kritis dan 7) dukungan komunikasi antarpribadi.


KOMUNIKASI DAN BUDAYA
Kegiatan Belajar 1
Peranan Kebudayaan dalam Kehidupan Manusia
Kebudayaan berasal dari kata buddhayah sebagai bentuk jamak dari buddhi yang artinya budi dan akal. Jadi kebudayaan adalah hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal. Secara luas kebudayaan artinya pikiran, karya, dan hasil karya manusia. Secara sempit maksudnya ialah sesuatu yang indah atau seni.
Kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu kebudayaan ideal, sistem sosial, dan kebudayaan fisik. Setiap kebudayaan juga mempunyai tujuh unsur universal, yakni unsur-unsur yang selalu ada dalam setiap kebudayaan. Yaitu sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian, dan sistem teknologi dan peralatan.
Fungsi kebudayaan terutama kebudayaan ideal adalah mengatur, mengendalikan, dan memberi arah pada tingkah laku dan perbuatan masyarakatnya. Untuk melestarikan nilai-nilai budayanya, setiap kebudayaan memiliki "harapan budaya". Artinya, harapan masyarakat kebudayaan bersangkutan terhadap para anggotanya untuk bertingkah laku sesuai adat istiadat tersebut.
Kegiatan Belajar 2
Pengaruh Kebudayaan terhadap Komunikasi
Keberhasilan komunikasi banyak ditentukan oleh tercapainya persamaan makna (maksud) antara komunikator dan komunikan. Persamaan makna itu sendiri dapat terjadi jika ada persamaan term of reference dan field of experience antara para partisipan komunikasi. Dan persamaan kedua faktor tersebut dapat tercapai jika ada persamaan latar belakang budaya pihak-pihak yang berkomunikasi.
Nilai-nilai, norma, dan keyakinan, yang merupakan unsur-unsur kebudayaan mempengaruhi persepsi dan sikap. Unsur-unsur kebudayaan tersebut mempengaruhi positif, negatif, atau netralnya makna (hasil penafsiran).
Di samping sebagai tingkah laku yang diajarkan, komunikasi sekaligus berfungsi sebagai alat untuk meneruskan warisan budaya suatu generasi ke generasi berikutnya. Baik secara verbal maupun non verbal.
Kegiatan Belajar 3
Komunikasi Antar Budaya dan Pemakaiannya
Yang dimaksudkan dengan komunikasi antarbudaya komunikasi antara orang-orang yang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda-beda. Perbedaan budaya tersebut dapat mulai dari tingkat individu, kelompok sosial, etnis/ras, negara, hingga dunia. Dalam komunikasi antarbudaya dikenal pula interaksi antara kebudayaan dominan dan kebudayaan sub ordinat.
Perbedaan budaya dapat menimbulkan konflik. Untuk masa kini komunikasi antarbudaya telah menjadi pusat perhatian orang, baik sebagai individu, domestik, maupun internasional. Komunikasi antarbudaya juga penting dalam melaksanakan difusi inovasi.


PRINSIP DASAR KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Kegiatan Belajar 1
Karakteristik Sumber
Sumber merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan komunikasi. Dalam hal ini, ada 3 (tiga) karakteristik sumber yang perlu diperhatikan yakni: credibility (kredibilitas), attractiveness (daya tarik) dan power (kekuasaan/kekuatan). Dengan demikian dari segi sumber keberhasilan komunikasi ditentukan oleh kredibilitas, daya tarik, serta kekuatan/kekuasaannya untuk mempengaruhi pihak penerima.
Kegiatan Belajar 2
Bentuk dan Teknik Perjanjian Pesan
Bentuk dan teknik penyajian pesan pada dasarnya mencakup 2 (dua) aspek: struktur dan daya tarik (appeals). Struktur pesan menunjuk pada cara mengorganisasikan elemen-elemen pokok dari pesan. Cara pengaturan struktur pesan mencakup 3 (tiga) hal: sisi pesan, urutan penyajian dan penarikan kesimpulan. Sementara itu, ada 4 (empat) pendekatan yang dapat dipergunakan agar penyajian pesan menarik perhatian khalayak. Keempat pendekatan tersebut adalah: fear appeals, Rational appeals, emotional appeals, dan pendekatan humoris.
Kegiatan Belajar 3
Karakteristik Saluran Komunikasi
Terdapat tiga saluran komunikasi yang dapat dipergunakan dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat: saluran komunikasi personal, media massa dan media tradisional. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Kombinasi penggunaan dari ketiga saluran komunikasi tersebut akan menghasilkan dampak yang lebih optimal.
Pemilihan satu atau beberapa media sebaiknya didasarkan atas 2 (dua) pertimbangan. Pertama, pertimbangan yang menyangkut karakteristik media. Kedua, pertimbangan yang menyangkut karakteristik isi dan penyajian pesan yang akan disampaikan (karakteristik kreatif).
Kegiatan Belajar 4
Karakteristik Khalayak
Khalayak bukanlah merupakan sekumpulan individu-individu yang bersikap dan bertindak pasif. Khalayak, aktif dan juga selektif. Terhadap isi pesan yang sama, boleh jadi akan terdapat perbedaan-perbedaan di kalangan khalayak mengenai perhatian, pemahaman anggapan serta tindakan yang timbul.

No comments:

Post a Comment