Monday, April 25, 2011

MANAJEMEN DIRI

            Manajemen diri berarti mendorong diri sendiri untuk maju, mengatur semua unsure kemampuan pribadi, mengendalikan kemauan untuk mencapai hal-hal yang baik, dan mengembangkan berbagai segi dari kehidupan pribadi agar lebih sempurna. Oleh karena itu manajemen diri bagi mahasiswa mencakup sekurang-kurangnya empat bentuk perbuatan, yaitu: (1) Pendorongan diri (self-motivation), (2) Penyusunan diri (self-organization­), (3) Pengendalian diri (self-control) dan (4) Pengembangan diri (self-development).

PENDORONGAN DIRI
            Syarat utama bagi mahasiswa untuk mencapai tujuan akademiknya ialah pendorongan diri. Hal ini merupakan dorongan batin dalam diri seseorang sehingga mau melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang didambakan. Suatu dorongan batin akan kuat apabila timbul dalam diri sendiri tanpa dorongan dari orang lain atau lingkungan. Dorongan kuat untuk belajar pada diri seorang mahasiswa contohnya pada kesenangan membaca, keingintahuan terhadap pengetahuan baru, dan hasrat pribadi untuk maju. Sedangkan dorongan yang datang dari luar misalnya perintah dari orang tua untuk memasuki fakultas tertentu atau ikut-ikutan teman mengambil kursus bidang tertentu. Dorongan dari luar seperti itu biasanya akan mudah padam karena tidak timbul dari hati sanubari mahasiswa itu sendiri
            Dorongan diri yag kuat akan melahirkan minat untuk belajar dengan kemampuan yang yang penuh dan sungguh-sungguh. Pada kelanjutannya minat yang besar akan melahirkan hasil yang memuaskan. Hasil yang memuaskan itu pada akhirnya akan mengobarkan tekad diri yang lebih kuat lagi. Dengan demikian, terjadilah suatu mata rantai lingkaran yang saling memacu secara menguntungkan dalam belajar.

PENYUSUNAN DIRI
            Bentuk perbuatan  yang kedua adalah penyusunan diri., yaitu pengaturan sebaik-baiknya terhadap pikiran, tenaga, waktu, benda dan semua sumber daya lainnya dalam kehidupan seorang mahasiswa sehingga tercapai efisiensi pribadi.
Efisiensi pribadi adalah perbandingan terbaik antara setiap kegiatan hidup pribadi mahasiswa dengan hasil yang diinginkan. Misalnya penyimpanan dokumen pribadi (akte lahir, ijazah, dll). Sebuah contoh lainnya adalah mahasiswa yang perlu mengerahkan segenap daya ingatnya untuk menghafal bahan-bahan mata kuliahnya yang sedemikian banyak hendaknya tidak membebani otaknya lagi dengan urusan-urusan kecil seperti mengambil pas foto di studio, tanggal berapa paling lambat harus membayar pajak motor. Semua itu hendaknya dicatat dilembar pengingat atau ditempel di karton pengumuman dinding kamar. Hal ini bukannya kemalasan untuk mengingat, melainkan efisiensi pribadi.
            Pada intinya penyusunan diri adalah merencanakan mengatur, dan mengurus agar segala hal dalam diri sendiri, atau yang menyangkut masalah pribadi dapat berlangsung secara tertib, lancar dan mudah.

PENGENDALIAN DIRI
            Pengendalian diri adalah perbuatan yang membangun tekad untuk mendisiplinkan kemauan, memacu semangat dan mengerahkan tenaga untuk benar-benar melaksanakan apa yang harus dikerjakan di perguruan tinggi. Memang kecenderungan bermalas-malasan, keseganan berjerih payah melakukan konsentrasi, menunda tugas mata kuliah dan belum lagi berbagai gangguan seperti ajakan teman senantiasa menghinggapi kebanyakan mahasiswa. Semua itu hanya bisa ditangkis dan dilawan dengan pengendalian diri
            Untuk melawan semua itu, mula-mula menimbulkan semacam ketegangan dalam diri mahasiswa tersebut. Namun bila itu sudah menjadi kebiasaan, selanjutnya tidak sulit untuk mengembangkan pengendalian diri guna mencapai sukses di perguruan tinggi.

PENGEMBANGAN DIRI
            Bentuk manajemen diri yang terakhir ini merupakan perbuatan menyempurnakan atau meningkatkan diri sendiri dalam berbagai hal. Pengembangan diri yang lengkap dan penuh mencakup segenap sumber daya pribadi dalam diri seorang mahasiswa, yaitu:
1.      Kecerdasan pikiran, hal ini untuk menambah kearifan, pengetahuan dan keterampilan yang berguna dalam hidup.
2.      Watak keperibadian, berguna untuk membina budi yang luhur dan perilaku
3.      Rasa kemasyarakatan, untuk menumbuhkan hasrat memajukan masyarakat dan membantu orang lain yang kurang beruntung dalam kehidupan.
4.      Kesehatan diri, untuk memelihara kesehatan jasmani maupun kesejahteraan rohani.

No comments:

Post a Comment