Saturday, March 19, 2011

PUBLIC RELATIONS - Definisi, Tujuan, Fungsi, dan Menciptakan Citra


DEFINISI PR
American PR Institute :
            “Usaha yang direncanakan secara terus menerus dengan sengaja, guna mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakat”.
Coulson, Colin-Thomas. 1996. Public Relations Pedoman Praktis Untuk PR. Jakarta: Bumi Aksara. Hal 3.
Public Relations News :
            “Fungsi manajemen yang menilai sikap publik menyatakan kebijaksanaan dan prosedur dari individu dan organisasi atas dasar kepentingan publik, dan melaksanakan program kerja untuk memperoleh pengertian dan pengakuan dari masyarakat”.
Yulianita, Neni. Dasar-Dasar Public Relations. Hal 25.
“Sebuah fungsi manajemen yang terlembaga yang berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan komunikasi antara lembaga dan masyarakat, guna penjagaan dan atau pembangunan citra lembaga lewat penjalinan hubungan baik kepada masyarakat luar maupun di dalam lembaga (eksternal dan internal) dengan memperhatikan fungsi komunikasi yang sebenarnya demi tercapainya kebutuhan dua belah pihak”.

TUJUAN PR
(Charles S. Steinberg)
            “Menciptakan opini publik terhadap   lembaga yang bersangkutan”.
(Frank Jefkins)
            “Meningkatkan citra baik serta berusaha menghilangkan citra buruk suatu lembaga”.
(Dimock Marshall)
            “Sebagai penjagaan dan pertahanan   terhadap serangan pendapat yang buruk dari masyarakat ataupun internal”.
Frank Jefkins juga menambahkan tujuan PR yaitu :
a.       Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
b.      Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
c.       Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
d.      Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar baru.
e.       Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
f.       Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik perusahaan.
g.      Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.
h.      Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah terjadinya suatu krisis.
i.        Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko pengambilalihan oleh pihak lain.
j.        Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
FUNGSI PR
Onong Uchjana menyebutkan 4 fungsi PR :
      Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi.
      Membina hubungan antara organisasi dengan publik, baik publik ekstern maupun intern
      Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada publik.
      Melayani publik demi kepentingan umum.
“Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi dalam meningkatkan kinerjanya.
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah”
CITRA
Definisi citra adalah suatu representasi, kemiripan, atau imitasi dari suatu obyek atau benda. Sebuah citra mengandung informasi tentang obyek yang direpresentasikan. Citra dapat dikelompokkan menjadi citra tampak dan citra tak tampak. Untuk dapat dilihat mata manusia, citra tak tampakharus dirubah menjadi citra tampak, misalnya dengan menampilkannya di monitor, dicetak di kertas dan sebagainya.
Citra menurut disiplin ilmu Public Relations yaitu sebuah “mental picture” atau gambar mental yang mengandung unsur positif dan negatif. Bisa disebut wujud nyata dari sebuah obyek, dalam hal ini yaitu sebuah individu ataupun lembaga. Citra merupakan visualisasi obyek itu yang dapat dinilai oleh mata manusia yang memandang (menilai).

UPAYA MENCIPTAKAN CITRA YANG BAIK
}  Menciptakan pengertian publik tentang produk, jasa, aktifitas, reputasi, ataupun perilaku manajemen suatu lembaga.
}  Membangun kepercayaan publik.
}  Menjalin dukungan dari publik berupa materi atau tindakan dan fikiran kepada lembaga.
}  Menjalin kerjasama dengan publik untuk mencapai kepentingan bersama.



No comments:

Post a Comment